Halaman

EMPOWERMENT OF LIFE

Tampilkan postingan dengan label CERITA BERMAKNA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA BERMAKNA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Juni 2013

Pilihlah !! Ayam atau bebek


PILIHLAH !!  AYAM ATAU BEBEK



Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam.
Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: "Kuek! Kuek!"
"Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kuek! kuek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu adalah bebek , B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.
"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bebek , kamu ? kamu ?"
Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tapi itu ayam ?"
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya , dan akhirnya , ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek ?
Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka , yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek ?
Ketika kita memahami cerita tersebut , kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Banyak hal jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek.
Lagi pula , betapa sering kita merasa yakin , amat sangat mantap , mutlak bahwa kita benar , namun belakangan ternyata kita salah ?
Lho , siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek !
Kadang dalam pelayanan , kita juga berbuat hal yang sama , rasa ingin menonjol yang tinggi , merasa paling benar sendiri , sehingga rasanya Tuhan makin jauh saja , padahal yang kita perlukan adalah seberapa dekat kita dengan Nya , seberapa mudah kita menjamah tangan Nya , bukan mempersoalkan bagaimana caranya.

Jumat, 19 April 2013

Kelamnya Masa Lalu Tetap Membuatnya Spesial



Kelamnya Masa Lalu Tetap Membuatnya Spesial!
Pattie, seorang yang pernah mengalami pelecehan seksual sejak usia 5 tahun, namun dia pun tidak berani mengadukan nasibnya kepada pihak berwajib. Karena masa lalu nya yang sangat berat itu dia “melarikan”  diri ke dalam dunia narkoba. Di usianya yang baru 15 tahun dia telah hidup di jalanan dan penuh bergelimangan dosa. Di usia nya yang ke 17 tahun dia pernah berusaha untuk bunuh diri dengan mencoba menabrakan dirinya ke sebuah truk yang sedang melaju, namun truk tersebut berhasil menghindar. Pattie saat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit, tidak ada teman dan orang-orang yg dikenalinya, apalagi keluarga yang menengoknya.
Sampai tiba-tiba seorang Pendeta dari Pusat Anak Muda datang mengunjunginya dan membawakan bunga serta berkata, “TUHAN menyuruh saya membawa bunga mawar ini untukmu. DIA berkata bahwa DIA melihatmu sama indahnya seperti DIA melihat bunga mawar ini.”
Awalnya Pattie tidak merespon apa-apa. Tetapi pria ini mengatakan, “Kau mencoba bunuh diri. Kau membenci dan tidak menginginkanhidupmu sendiri. Tetapi TUHAN menciptakanmu dengan satu tujuan. Mengapa tidak engkau berikan TUHAN kesempatan, dan kau melihat rancangan apa yang akan DIA lakukan atas hidupmu? Mengapa engkau tidak mencoba untuk melihat, apa yang bisa DIA lakukan untukmu?”
Kalimat ini membuat Pattie termenung dan membuka hati dan dirinya untuk TUHAN.
Justin Bieber, penyanyi remaja fenomenal di seluruh dunia, tiketnya selalu habis terjual dalam waktu 22 jam di tempat pertunjukan paling bergengsi di Amerika, dan merupakan salah satu penyanyi termuda yang paling sukses di dunia. Dia adalah anak dari wanita ini. Seorang Ibu yang berhasil mendidik anaknya seorang diri. Ia adalah Pattie Elizabeth Mallate.
“RancanganKU bukanlah rancanganmu“
Jangan pernah menyerah dalam setiap pergumulan yang sedang kita hadapi saat ini maupun yang akan datang. RancanganNYA selalu indah dan tepat pada waktunya.
Salam Sukses!!

Sumber Anonim

Kamis, 28 Maret 2013

DUA BAYI DALAM PALUNGAN



http://yesaya.indocell.net/1x1.gif

http://yesaya.indocell.net/1x1.gif



Pada tahun 1994, dua orang misionaris Amerika mendapat undangan dari Departemen Pendidikan Rusia untuk mengajar Moral dan Etika berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab. Mereka mengajar di penjara-penjara, kantor-kantor, departemen kepolisian, pemadam kebakaran dan di panti asuhan.

Panti Asuhan yang mereka kunjungi cukup besar dengan sekitar seratus anak laki-laki dan perempuan yatim piatu penghuninya. Mereka adalah anak-anak yang dibuang, ditinggalkan dan sekarang dirawat dalam program pemerintah.

Inilah kisah para misionaris tersebut:

"Waktu itu menjelang Natal 1994, saatnya anak-anak yatim piatu kita - untuk pertama kalinya - mendengarkan kisah Natal. Kami bercerita tentang Maria dan Yusuf, bagaimana setibanya di Bethlehem, mereka tidak mendapatkan penginapan hingga mereka akhirnya menginap di sebuah kandang hewan. Di kandang hewan itulah akhirnya Bayi Yesus lahir dan dibaringkan bunda-Nya dalam sebuah palungan.

Sepanjang kisah itu, anak-anak maupun pengurus panti asuhan begitu tegang; mereka terpukau dan takjub mendengarkan Kisah Natal. Beberapa anak bahkan duduk di tepi depan kursi seakan agar bisa lebih menangkap setiap kata. Selesai bercerita, setiap anak kami beri tiga potong kertas karton untuk membuat palungan. Mereka juga mendapat sehelai kertas persegi, sobekan dari kertas napkin kuning yang kami bawa. Anak-anak amat senang menerimanya karena di kota itu belum ada kertas berwarna.

Sesuai petunjuk, anak-anak mulai menggunting kertasnya dengan hati-hati lalu kemudian menyusun guntingan-guntingan kertas kuning sebagai jerami dipalungan. Potongan-potongan kecil kain flannel, yang digunting dari gaun malam seorang ibu Amerika yang telah meninggalkan Rusia, dipakai sebagai selimut bayi. Bayi kecil mirip boneka pun digunting dari lembaran felt yang kami bawa dari Amerika.

Semua anak sibuk menyusun palungannya masing-masing. Saya berjalan di antara mereka untuk melihat kalau-kalau ada yang membutuhkan bantuan. Semuanya tampak lancar dan baik-baik saja, hingga saya tiba di meja si kecil Misha. Misha adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar enam tahun. Ia telah selesai mengerjakan proyeknya.

Ketika saya mengamati palungan bocah kecil ini, saya merasa terkejut bercampur heran. Ada dua bayi dalam palungan Misha. Cepat-cepat saya memanggil seorang penerjemah untuk menanyakan hal ini kepada Misha. Dengan melipat kedua tangannya di meja, dan sambil memandangi karyanya itu, Misha mulai mengulang Kisah Natal dengan amat serius.

Bagi anak sekecil dia, yang baru sekali saja mendengarkan Kisah Natal, ia menceritakan semua rangkaian kejadian dengan amat cermat dan teliti, hingga ia tiba pada bagian di mana Maria membaringkan Bayinya dalam palungan. Mulailah Misha bergaya. Ia membuat sendiri penutup akhir Kisah Natalnya. Katanya:

'Dan ketika Maria membaringkan Bayinya dipalungan, Bayi Yesus melihat aku. Ia bertanya apakah aku punya tempat tinggal. Aku katakan kepada-Nya bahwa aku tidak punya mama dan juga tidak punya papa, jadi aku tidak punya tempat tinggal. Kemudian Bayi Yesus mengatakan bahwa aku boleh tinggal bersama Dia. Tetapi aku katakan bahwa aku tidak bisa. Bukankah aku tidak punya apa-apa yang bisa kuberikan sebagai hadiah kepada-Nya seperti yang dihadiahkan orang-orang dalam kisah itu?

Tetapi aku begitu ingin tinggal bersama-Nya, jadi aku berpikir-pikir, "Apa ya, yang aku punya yang bisa dijadikan hadiah untuk-Nya." Aku pikir, barangkali kalau aku membantu membuat-Nya merasa hangat, itu bisa jadi hadiah yang bagus.

Jadi aku bertanya kepada Yesus, "Kalau aku menghangatkan-Mu, apakah itu bisa dianggap sebagai hadiah?"  Dan Yesus menjawab, "Kalau kamu menjaga dan menghangatkan Aku, itu akan menjadi hadiah terindah yang pernah diberikan siapapun pada-Ku."  

Demikianlah, aku menyusup masuk dalam palungan itu. Yesus memandangku dan berkata bahwa aku boleh kok tinggal bersama-Nya untuk selamanya.'
Saat si kecil Misha selesai bercerita, kedua matanya telah penuh air mata yang kemudian meleleh membasahi pipinya yang mungil.  Wajahnya ia tutupi dengan kedua tangannya, kepalanya ia jatuhkan ke atas meja. Seluruh tubuh dan pundaknya berguncang hebat saat ia menangis dan menangis.

Yatim piatu yang kecil ini telah menemukan seseorang yang tak akan pernah melupakan serta meninggalkannya, yaitu seseorang yang akan tinggal bersamanya dan menemaninya - untuk selamanya."