Halaman

EMPOWERMENT OF LIFE

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

ANAK KERANG



Anak Kerang
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi! tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.
Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transdensial untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat m! engubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".
Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transdensial tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi ´kerang biasa´ yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara´. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja´.
So..sahabat mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka krn orang2 disekitar kamu..cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara2..."
Sumber : Anonim

Minggu, 21 April 2013

Randy Pausch's Last Lecture



Randy Pausch’s Last Lecture

Apa yang akan Anda lakukan?
 Jika suatu hari anda di vonis oleh dokter bahwa usia anda hanya tersisa 3 bulan atau paling lama 6 bulan karena kangker pankreas yang anda derita?.
Dan bagaimana ekspresi Anda? Kecewa dengan keputusan dokter ,sedih , Mencoba menghabiskan waktu yang ada dengan bersenang senang?
Dr. Randy Pausch
Randy adalah seorang Dosen. Mungkin, di usianya yang hanya tersisa 3 bulan Randy Pausch bisa saja membuka usaha baru untuk menjamin masa depan anaknya. Ia juga mungkin bisa memilih untuk pergi ke tempat yang ia di impikannya sebelum usianya benar benar habis.
Tahukah Anda? Ekspresi apa yang ia ungkapan setalah mengetahui sisa usianya yang hanya 3 bulan itu?.
Randy memilih untuk mengekspresikannya dengan menulis buku. Whats?!! Ya, Randy memilih sesuatu yang belum pernah dilakukannya. Karena ia sadar, buku akan menjadi warisan paling berharga untuk anak anaknya. Ia juga sadar bahwa lewat buku ia tetap bisa hidup, meski jiwa raganya sudah tidak lagi hidup.
Lalu apakah dengan menulis, dan mengungkapkan perasaannya lewat buku dunia akan mengenal siapa itu Randy Pausch?
Awalnya Randy sendiri tidak tahu apakah lewat buku ia bisa mendapatkan sesuatu yang lebih hebat dari menulis buku. Tetapi pada Akhirnya waktu jugalah yang membuktikannya.
Sebagian dari isi bukunya menjadi bahan ceramah terakhir di universitas tempatnya berkerja. Beberapa waktu sebelum ajalnya tiba, universitas tempatnya bekerja memberikannya kesempatan, untuk memberikan ceramah terakhirnya, tepatnya sebelum ia benar benar meninggal dunia. Dan secara singkat, Rekaman dari ceramahnya diupload di youtube dan di akses belasan juta orang. Buku yang ia tulis juga dicetak perdana sebanyak 400.000 kopi dan dicetak ulang hingga terjual sebanyak 4,5 juta kopi di Amerika. Dan kini bukunya sudah diterjemahkan ke dalam 46 bahasa dan sukses bertahan selama 85 minggu di daftar New York Best Seller. Bukunya menghasilkan Profit sebesar US $6.7 Juta (Rp 60 Miliar-an) dari penerbit Tentu saja dengan jumlah profit sebesar itu Randy tidak perlu lagi cemas memikirkan anak anaknya. Bayangkan, Jika saja Randy Pausch memilih cara yang salah untuk mengekspresikan sisa hidupnya yang singkat. Mungkin dunia tidak akan pernah tahu siapa itu Randy Pausch. Tanpa buku yang ia tulis Randy Pausch hanya menjadi kenangan bagi keluarganya saja.
Kesimpulannya adalah berapa banyak dari kita yang telah membuang waktu hanya untuk hal-hal yang sama sekali tidak mendatangkan kebaikan bagi sesama dan dirinya sendiri? Sampai kapan Anda mau “terlena” dengan indahnya dunia ini, apakah Anda harus mengalami hal seperti Randy Pausch terlebih dahulu dan baru sadar bahwa selama hidup Anda belum melakukan apapun yang berarti. Sering kali saat kita ingin melakukan sesuatu banyak hal-hal yang membatasi diri. Mulai sekarang, saat Anda telah membaca kisah luar biasa ini, jangan sekali-kali Anda dibatasi oleh kondisi Anda saat Anda ingin melakukan sesuatu. Kondisi Anda TIDAK menentukan kemampuan Anda, TEKAD Anda lah yang menentukan seberapa besar kemampuan Anda untuk melakukan kebaikan bagi diri Anda, Orang lain, dan Keluarga Anda Sendiri.
Jadi mari sekarang kita buang batasan-batasan yang ada dalam diri Anda dan cepatlah untuk berbuat sesuatu sebelum usia memakan Anda.
Sukses Selalu,

Sumber : Anonim

Jumat, 19 April 2013

Surat Kecil dari Tuhan



Surat Kecil Dari Tuhan

Kepada : KAMU

Tanggal : HARI INI

Dari : TUHANMU

Perihal : DIRIMU

Ini AKU,

AKU yang akan menangani  semua masalahmu..

Catatan :

Dan ingat, Bila Dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri, jangan berusaha menyelesaikan masalah itu. Tetapi, letakkanlah saja masalah itu di kotak KU untuk KU selesaikan. AKU akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yang aku tentukan sendiri. Semua masalahmu PASTI akan AKU selesaikan, tetapi sesuai jadwalKU, bukan jadwalmu. Setelah semua masalahmu kamu letakkan dalam Kotak, janganlah kamu pikirkan dan kuatirkan. Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal-hal baik yang sedang terjadi padamu sekarang.

  • Bila kamu terjebak kemacetan dijalan, Janganlah marah, sebab masih banyak orang di dunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya.
  • Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerjamu. Berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun-tahun tanpa pekerjaan.
  • Bila kamu bersedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang-orang yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai.
  • Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang-orang yang harus lembur siang malam tanpa libur untuk menghidupi keluarga dan anak-anaknya.
  • Bila kendaraanmu mogok dan mengharuskan kamu berjalan kaki, Janganlah marah! Pikirkanlah orang-orang cacat yang sangat ingin merasakan berjalan di atas kaki sendiri.
  • Bila kamu melihat di cermin rambutmu mulai beruban, Janganlah bersedih! Sebab mempunyai rambut hanyalah impian orang-orang yang dalam perawatan Kemoterapi.
  • Bila kamu merenungi makna dan tujuan hidupmu di dunia ini, Bersyukurlah! Karena banyak orang yang tidak punya kesempatan yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka.

BIla kamu ingin membagikan SuratKU ini, Terima Kasih. Kamu telah menyentuh kehidupan mereka dalam banyak hal yang tidak pernah kamu bayangkan.

With Love,

GOD

Selasa, 09 April 2013

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir



ADA TETESAN SETELAH TETES TERAKHIR
 



Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.
Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia menga lahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup per tunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.
Manusia kuat lalu menantang para penonton : "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!"

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu ter senyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?"
Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung."
Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu.
Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.
Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh diatas meja panggung. Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.
"Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawar kan, tapi mereka semua gagal. Hanya anda satu-satunya yang berhasil memenang kan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika kau memiliki tanggungan beban seperti itu, kau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Kau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang kau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku".

Selalu ada tetes setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkatNya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

"Bila anda memiliki alasan yang cukup kuat, anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. (Bits & Pieces, The Economics Press)
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Matius 7:7-11)(nat)

Sumber: cbni